Showing posts with label My stories. Show all posts
Showing posts with label My stories. Show all posts
9
Posted on 2:12 PM by Brian and filed under
Jepang merupakan surga bagi gamer tak perlu diragukan lagi, karena 2 perusahaan game raksasa berasal dari negara ini. Sony dengan playstationnya dan Nintendo dengan nintendo Wii dan DS nya. Sebagai seorang gamer ada perasaan sangat gembira ketika pada akhirnya saya berkesempatan tinggal disini dan mengunjungi “surga”.

Saya suka game sejak kecil, sejak jamannya gamebot yang gambarnya cuma garis-garis hitam sampai akhirnya masuk ke era playstation 1,2 dan yang terbaru PS3. Kegemaran saya akan game semakin menjadi-jadi semenjak kuliah (jadi nostalgia nih) apalagi bareng teman-teman satu angkatan yang sehobi, jadilah kita bentuk group maen PS (kayak kegiatan ekstrakulikuler saja he2). Kita biasa maen di rentalan PS di sekitar kampus. Menurut saya, maen PS merupakan suatu bentuk pelepasan stres yang efektif, maklumlah jadwal kuliah kami yang sangat padat dengan tingkat persaingan yang tinggi membuat rawan stres. Daripada jadi jerawat mendingan maen PS, maen PS, selain untuk kesehatan mental juga mempererat pertemanan. Game yang kami mainkan cuman 1 sepakbola winning eleven. Kanapa sepak bola? Karena kami semua hobi maen bola, dan game ini tidak ada bosan-bosannya serta bisa melatih sistem koordinasi tangan, sapa tau aja nanti ada yang jadi dokter bedah he2.

Di jepang tidak ada yang namanya rentalan PS he2 (atau saya belum nemu ya) karena kebanyakan para gamer membeli sendiri gadget game. Harga gadget disini sedikit lebih murah dibandingkan di negara kita, apalagi kalau sedang ada gadget keluaran terbaru, gadget model lama bisa di sale sampai 50 %, hmm lumayan kan. Yang membuat sakit hati adalah harga gamenya, harga 3 buah game hampir setara dengan harga gadget gamenya sendiri. Namun enaknya disini di toko-toko elektronik yang menjual game kita bisa mencoba game tersebut di gadget yang disediakan toko, jadi bisa maen gratis sepuasnya (asal tebal muka diantri orang lain). Saya ikutan mencoba PS3 waktu launchingnya di sebuah toko elektronik, gratis ne, ya cuman ga bisa lama-lama. Enaknya lagi disini setiap ada launching gadget game maupun game terbaru kita menjadi yang paling up to date, fresh from the oven, dan bisa icip-icip gratis.

Disini sekarang lagi booming Nintendo wii, sony PSP yang sudah lama mendominasi mulai tergeser. Wii dengan konsep baru yang brilian, berani mengubah mainstream dunia game. Mainstream game selama ini yang hanya mengandalkan tampilan grafis dan hanya sedikit melibatkan secara aktif gamer di dalamnya di dobrak dengan konsep sebaliknya. Di Wii gamer lah yang aktif bergerak bukan melalui stick yang dihubungkan kabel seperti game pada umumnya. Jadi kalau anda maen game tenis maka anda dituntut untuk bergerak layaknya pemain tenis, begitu juga pada game golf, bowling, baseball dll. Apalagi ada Wii fit, dimana anda bisa mengukur BMI anda, serta latihan kebugaran-kebugaran yang lain seperti joging,boxing,serta yoga.Selain itu Wii merupakan hiburan keluarga karena bisa dimainkan sampai 8 orang sekaligus. Kok saya jadi promosi wii ya he..he..he…

Sekarang karena kesibukan saya, jadwal ngegame jadi keteteran, paling sebentar sebelum tidur atau pada saat weekend. Prinsip saya work hard play hard,setelah kita bekerja keras sudah sepantasnyalah kita memanjakan diri kita sendiri.Ngegame yuk!

Bookmark and Share
Read more!
2
Posted on 12:11 PM by Brian and filed under
Hi, all. I like to take photos. Eventhough I am not a professional photographer, I like to memorize every moment that "steal" my interest. This photos I took during my visit to other cities or places, or just when I found something interesting within my daily live.

So, everytime I go out from my apartment, I bring my pocket camera (Nikon coolpix s510),o r my handphone in case of I find some interesting object. I have many photos now,than I have idea to make my own photoblog as a gallery of my photos. Beside serve as my personal gallery, I would like to share this photos with other through this blog. It sound so confident isn't it, but I hope you can also enjoy my photos. Hope someday I can make photos like a professional.

If you intersting you can watch here, or you can click photo link from this blog.
Bookmark and Share
Read more!
7
Posted on 7:34 PM by Brian and filed under
Hari ini tanpa sengaja saya membaca sebuah berita di Kompas. Berita yang membuat hati saya miris. Sebuah berita tentang seorang pemuda pencuri daster yang dikeroyok massa sampai patah kaki dan tangannya. Semua orang juga tahu perbuatan mencuri itu melanggar hukum, namun apakah tindakan pengeroyokan semacam ini juga bukan merupakan tindakan melanggar hukum? Apakah dapat dibenarkan tindakan menegakkan hukum dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum?

Ketika masih kecil, guru SD saya mengatakan bahwa Indonesia terkenal sebagai yang sopan santun dan halus budi pekertinya. Namun hal itu sepertinya jarang sekali terwakili dalam kehidupan sehari-hari kita sekarang ini. Yang nampak adalah hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang menang. Orang menjadi begitu sensitif, gampang tersinggung, marah, dan mengabaikan rasa kemanusiaan.

Berapa sih harga sebuah daster? namun massa dengan membabi-buta menghajar pencuri tanpa ampun seolah-olah yang dicuri itu adalah trilyunan rupiah, atau BBM bersubsidi, atau beras jatah raskin. Namun apakah massa berani menghajar para kreditur pengemplang dana BLBI yang jumlahnya trilyunan itu, atau pemilik–pemilik SPBU yang menjual secara ilegal BBM bersubsidi, atau para oknum pejabat yang mengkorupsi beras jatah untuk rakyat miskin? Saya duga jawabannya adalah tidak. Massa hanya berani pada orang-orang yang lebih lemah. Ketidakmampuan mereka menghadapi kerasnya hidup dan melawan ketidakadilan terhadap diri mereka dilampiaskan pada orang lain yang tak berdaya.Sungguh kejam.
Bookmark and Share
Read more!
6
Posted on 1:49 AM by Brian and filed under
Mungkin terlewatkan oleh sebagian orang peran Pak Pos dalam perayaan tahun baru tahun ini. Di saat orang-orang dapat berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga. Mereka harus berdingin-dingin melaksanakan tugas mereka. Tidak ada kata libur bagi mereka, meskipun di kalender jelas-jelas tercetak dengan angka merah. Bahkan tahun baru adalah saat paling sibuk, kantor pos mengerahkan segenap armadanya (Pak Pos), supaya tugas mengirimkan kartu ucapan tahun baru tepat pada waktunya yaitu tanggal 1 Januari.

Adalah tradisi di negeri Kaisar Akihito ini untuk saling mengirimi kartu ucapan selamat tahun baru kepada sanak famili dan relasi-relasi. Sebuah bentuk penghormatan atas persahabatan yang telah terjalin selama satu tahun sebelumnya.

Pak pos-pak pos ini dengan rasa penuh tanggung jawab melaksanakan tugas mengantar ribuan bahkan mungkin jutaan kartu ucapan ke alamat tujuan. Kebetulan tanggal 1 Januari kemarin salju turun cukup lebat, dan udara dingin terasa menusuk tulang. Namun saya masih sempat melihat senyum tersungging di bibir pak pos-pak pos ini, seolah-olah mereka menikmati tugas mereka. Mungkin bagi mereka, kebahagiaan pelanggan adalah kebahagian mereka juga. Begitulah bagi mereka yang sudah mencintai pekerjaan mereka, mereka akan melakukan yang terbaik yang bisa mereka berikan. Betul-betul etos kerja yang mengagumkan. Hal yang mungkin agak kurang lazim saya jumpai di tanah air.

Masih sering terdengar keluhan pelayanan yang kurang memuaskan bagi pelanggan. Seringkali para pelanggan harus dengan terpaksa mengatur ulang jadwal kegiatannya hanya karena menunggu petugas yang terlambat datang. Atau terpaksa bolak-balik karena prosedur yang berbelit-belit yang tentu saja merugikan waktu,tenaga, dan biaya pelanggan. Ada juga pelanggan yang hanya bisa pasrah tidak bisa berbuat apa-apa,karena keluhan-keluhan mereka tidak didengarkan atau kalaupun didengarkan pun tindak lanjutnya kurang memuaskan. Costumer bukanlah raja, malah sebaliknya. Costumer tidak memiliki posisi tawar yang kuat. Selama para petugas tidak menempatkan posisi sebagai pelayan namun sebagai pihak yang berkuasa, jangan harap mereka akan dapat memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya.

Mengutip sebuah dialog dari Film “The day the earth stood still”, permasalahannya bukanlah pada kemajuan teknologi suatu bangsa, tetapi permasalahannya ada pada diri kita sendiri. Yaa, kemauan dan komitmen kita untuk berubah dan berusaha memberikan yang terbaik bagi orang lain sesuai tugas kita masing-masing. Jadi siapkah kita berubah seperti Pak pos-pak pos tadi?

Bookmark and Share
Read more!
9
Posted on 12:19 AM by Brian and filed under
Tahun 2009 dilambangkan sebagai tahun Sapi atau Banteng dalam Zodiac Cina. Di jepang disebut dengan sebutan tahun “ushi” atau sapi. Sapi melambangkan kemakmuran, namun harus diikuti dengan pengorbanan dan kerja keras

Tahun 2008 yang lalu diwarnai dengan kesuraman ekonomi di seluruh dunia yang diawali dengan Subprime Lending Crisis di Amerika ,yang menimbulkan kredit macet yang luar biasa jumlahnya. Hal ini memaksa tumbangnya Lehman Brothers, sebuah bank investasi yang telah berumur 158 tahun, menimbulkan mata rantai tumbangnya bank-bank tidak hanya di amerika namun juga secara global. Upaya penyelamatan yang dilakukan dengan menyuntikkan dana untuk menambah likuiditaspun telah dilakukan (US government dengan $700 billion bailout billnya, European central bank dengan pinjaman $180 billion, dll), namun masih tak kuasa menahan laju krisis. Kredit masih macet, harga-harga saham dunia berguguran, pertumbuhan ekonomi melambat, daya beli masyarakat menurun, perusahaan-perusahaan pun terkena dampaknya.Imbasnya PHK dimana-mana, bahkan Toyota, salah satu produsen mobil terbesar dunia pun berencana memPHK ribuan karyawannya. Di tanah air pun krisis juga mulai terasa dengan berita PHK di beberapa perusahaan. Walaupun krisis ini diramalkan masih akan belum teratasi sampai musim panas (bulan Juli) tahun 2009 atau bahkan 2010, namun harapan pasti akan selalu ada, tentunya dengan kerja keras dan iringan doa.

Tahun sapi juga melambangkan lahirnya seorang pemimpin yang dapat diandalkan, memiliki kemampuan alamiah untuk meraih sesuatu yang besar, memiliki kesabaran, bekerja tanpa kenal lelah tanpa banyak mengeluh. Tahun 2009 akan digelar pemilu dan pilpres (pemilihan presiden) di tanah air. Banyak jago-jago yang sudah dielus-elus oleh parpol-parpol. Puluhan hasil survey dari berbagai lembaga survey telah dirilis. Parpol-parpol sudah menyiapkan janji-janji surga bagi para calon pemilih. Para calon presiden sudah gencar beriklan dimana-mana, menebar pesona, menampilkan sosok dirinya sebagai seorang malaikat yang mampu memecahkan segala persoalan bangsa termasuk masalah krisis ekonomi. Janji-janji pun kembali ditebar dengan harapan rakyat akan tergiur untuk memilihnya. Semoga kali ini rakyat dapat dengan cerdas menentukan pilihannya sehingga harapan lahirnya pemimpin-pemimpin yang terpercaya dapat terpenuhi. Semoga pula proses demokrasi yang menelan biaya trilyunan ini bukan hanya menjadi “ritual pemberian tiket” kepada para pemimpin-pemimpin yang kurang bertanggung jawab seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Terlepas dari makna tahun sapi itu sendiri, setiap tahun adalah tahun yang baik, tergantung bagaimana kita berusaha mengisinya. Akhirnya, selamat tahun baru, tantangan baru, dan tentunya harapan baru.

Bookmark and Share
Read more!
6
Posted on 1:32 AM by Brian and filed under
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi saya. Alhamdulillah, akhirnya Allah mengabulkan doa saya. Pagi ini ketika mengecek account submission paper saya,saya mendapati item “under review” telah kosong dan item “submission with decision” telah bertambah 1. Yaa setelah 3 bulan lamanya saya selalu mendapati status “under review”. Dengan perasaan berdebar-debar tak karuan saya beranikan untuk membuka item “submission with decision” tersebut. Saya tidak menyangka sama sekali disitu tertulis accepted. Trus saya baca acceptance letter tersebut, dan saya dapati paper saya benar-benar diterima. Benar-benar suatu kejutan, mengingat sudah dua kali paper saya di reject.

Paper saya diterima dua tahun semenjak penelitian ini saya mulai. Ya, membuat paper tidaklah mudah, bukan sulap bukan sihir. Untuk membuat sebuah paper yang layak publish di jurnal international diperlukan perjuangan yang tak kenal lelah. Banyak hal yang dikorbankan, pikiran,waktu, tenaga, dan tentu saja dana yang tidak sedikit jumlahnya. Semenjak mulai merancang rencana penelitian, pelaksanaan penelitian, pengolahan data dan penulisan paper itu sendiri mempunyai rintangan dan hambatan masing-masing. Apalagi penelitian yang bersifat eksplorasi.

Pernah saya terpikir untuk menyerah dan berhenti melakukan penelitian ini karena selama hampir 5 bulan tanpa hasil apa2. Stres? sudah pasti ,apalagi tiap bulan saya diwajibkan memberikan laporan hasil penelitian kepada Prof saya. Saya hanya bisa terus mencoba,mencoba, dan mencoba serta terus berdoa. Untunglah saya terus mendapat dukungan dari calon istri saya (belum menikah waktu itu he2),orang tua dan juga sahabat saya.Maklumlah untuk dapat lulus saya minimal harus dapat publikasi di jurnal international 2 kali, satu sebagai first author dan satu sebagai co-author.

Akhirnya titik balik itu tiba, seperti Archimedes yang menemukan hukumnya saat mandi, eurika….eurika (dimirip-miripin he2), tiba-tiba dalam perjalanan saya pulang untuk menikah, terbersit sebuah ide, ketika saya melamun di dalam pesawat sambil memandangi awan. Sekembalinya di lab saya langsung mencoba ide tersebut dan Subhanallah berhasil dengan baik. Singkat cerita saya dapat data bagus dan penelitian dianggap selesai, tepat 1 tahun semenjak dimulai. Tak terhitung mungkin lebih dari 100 kali saya mencoba dan mencoba sampai berhasil. Aaah itu belum seberapa, Prof saya bilang dulu dia pernah mencoba 1000 kali sampai akhirnya beliau dapat data bagus.

Sudah selesaikah penelitian, ternyata jalan masih jauh, menulis paper memerlukan teknik tersendiri. HHmm maklumlah belum ada bayangan sebelumnya. Pertama saya cari di Pubmed paper2 yang kira2 ada kaitannya dengan penelitian saya, termasuk review. Dari review inilah kita mendapatkan gambaran sampai sejauh mana perkembangan penelitian di bidang terntentu.Trus saya baca paper2 tsb satu persatu, saya cari paper mana yang kira2 bisa saya jadikan referensi,termasuk mencari siapa pakar di bidang penelitian saya untuk dijadikan rujukan. Dan hal yang paling sulit adalah menulis itu sendiri. Seringkali saya tidak mendapatkan ide apa yang harus saya tulis. Seharian hanya memandangi halaman yang masih kosong terus. Tapi saya paksakan untuk menulis, walaupun kadang dihapus lagi he2. Yang penting terus menulis,menulis,dan menulis. Akhirnya setelah 2 bulan paper saya siap disubmit ke sebuah jurnal.

Ternyata mensubmit ke sebuah jurnal juga ada seninya tersendiri. Kita harus benar2 mematuhi aturan2 jurnal tersebut baik segi format tulisan, sampai tipe file gambar yang kita kirim.Kalau tidak siap2 saja paper kita direject langsung tanpa direview. Kata sebuah buku, tahap ini sangat penting, bahkan sama pentingnya dengan penelitian itu sendiri. Kesalahan pada tahap ini akan membuat penelitian kita yang berbulan-bulan lamanya menjadi tidak berarti. Menuruti nasehat Prof saya,paper saya ini saya submit ke jurnal dengan impact factor yang tinggi terlebih dulu baru kalu gagal dicoba ke level di bawahnnya. Kata beliau; siapa tahu diterima, toh kalaupun direject para reviewer pasti memberikan saran2 yang bisa kita pergunakan sebagai perbaikan untuk mensubmit ke jurnal level di bawahnya. Dan benar saja 2 kali saya direject (berarti 4 bulan terbuang) namun saya dapat masukan yang sangat berharga dari para reviewer tsb. Dan akhirnya di jurnal yang ketiga ini setelah 3 bulan direview paper saya diterima.

Banyak hikmah yang dapat saya ambil dari penelitian ini, dan yang terpenting adalah bahwa kita tidak boleh berhenti untuk berusaha dan berharap. Penelitian merupakan proses panjang.,bukan proses semalam jadi. Bangsa jepangpun bisa maju juga butuh proses yang panjang dan kerja keras tanpa kenal waktu, bukan produk instan. Semoga semangat ini bisa terus menginspirasi saya dan mengubah pola pikir prakmatis ala bangsa kita yang seringkali berorientasi pada hasil bukan proses, menginginkan hasil yang serba cepat dan instan seperti heboh “blue energy” beberapa waktu yang lalu.

Satu telah usai, yang lain sudah menunggu, never ending story he… he… he…
Bookmark and Share
Read more!
0
Posted on 9:12 PM by Brian and filed under

Sekitar 1 minggu yang lalu kota kami dilanda gempa, tidak begitu besar memang sekitar 3,7 skala richter dan berlangsung selama 8 detikan. Walaupun tidak mengakibatkan kerusakan, namun cukup membuat kami khawatir. Ini adalah gempa yang pertama kali kami rasakan di jepang. Kekhawatiran kami kiranya cukup beralasan mengingat Jepang adalah negara langganan gempa seperti halnya negara kita. Teringat kembali gempa dahsyat yang melanda kobe tahun 1995. Gempa dengan kekuatan 7,2 skala Japan Meteorological Agency ini meluluh lantakan kobe dan menewaskan sekitar 6.000 korban.

Yang paling kami takutkan adalah kondisi apartemen kami yang dibangun sekitar 20 tahun yang lalu, yaa walaupun konstruksi di jepang tahan gempa namun dengan gempa sedahsyat itu siapa yang bisa menjamin tidak akan rontok juga. Sedikit diskusi dengan teman satu laboratorium saya (orang jepang) tentang apa yang harus kita lakukan ketika ada gempa. Ada beberapa hal yang menurut saya aneh, menurutnya ketika ada gempa kita sebaiknya tetap di dalam rumah, mematikan aliran gas, dan mencari perlindungan di bawah meja dengan tangan memegang erat kaki meja, tidak lucu kan kalau sudah berlindung di bawah meja trus tiba2 mejanya geser. Satu tempat lagi yang direkomendasikannya adalah kamar mandi, karena biasanya dinding kamar mandi terbuat dari bahan yang solid dan relatif lebih sempit daripada ruangan lainnya sehingga lebih kokoh. Masih menurut teman saya tadi, lari keluar rumah lebih berbahaya karena potensi tertimpa bangunan sekitar, tiang listrik, dan kabel2 listrik yang mungkin putus akibat gempa.

Hmmm sungguh berbeda ya dengan negara kita, kalau gempa ya lari keluar, kalau tidak ya bisa mati tertimpa bangunan he…he…he…. Mungkin karena bangunan di jepang terbuat dari kayu jadi sekalipun menimpa tidak sebegitu mematikan dibanding tertimpa bangunan beton di negara kita. Lagipula ketika terjadi gempa pikiran kita jadi kalut tidak terpikirkan untuk lari keluar, seperti yang kami alami hanya tertegun di tempat. Yah akhirnya saya ambil kesimpulan, di dalam rumah atau di luar rumah siapa yang tahu nasib kita, yang terpenting kita selalu berdoa agar diberi keselamatan. Ketika gempa menyapa ketika itu pula Allah mengingatkan kita betapa lemahnya manusia.

Bookmark and Share
Read more!
1
Posted on 8:52 PM by Brian and filed under
Musim dingin tiba, sebulan lebih awal. Musim yang saya benci tetapi sangat disukai oleh istri saya. Hmmmm muncul dalam benak saya 5 bulan ke depan saya bakalan kedinginan. Ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di bumi para samurai ini 2 tahun lalu, saya sangat menanti-nantikan musim dingin ini.

Masih lekat dalam ingatan saya sensasi turunnya salju pertama kali, saya begitu antusias . Hari itu sangat dingin di pagi hari, dan menurut ramalan cuaca akan turun salju. Akhirnya di sore harinya sewaktu masih bekerja di laboratorium, dari jendela saya melihat benda-benda putih melayang-layang seperti kapas; indah, menakjubkan. Begitu pulang saya langsung turun dan benar saja halaman gedung menjadi putih bersih. Saya ambil salju itu, hhmm ternyata seperti es serut; putih dan dingin tidak lebih. Hari-hari berikutnya saya lalui dengan rutinitas turun salju; semua tampak putih indah tapi tetap saja dinginnya minta ampun.
Musim dingin selain menawarkan pesonanya juga memberikan semacam “collateral damage”. Biaya hidup jadi naik mulai dari tagihan listrik untuk heater, gas untuk MCK, belum lagi untuk makanan maklum kalu musim dingin bawaannya pengin makan terus he2… . Berat badan juga ikutan naik.
Satu lagi yang membuat saya benci winter, saya jadi ga bisa pergi kemana-mana kalu salju turun lebat. Anyway selamat datang musim dingin moga-moga salju tahun ini tak setebal tahun lalu.

Bookmark and Share
Read more!