16
Posted on 3:50 PM by Brian and filed under
Body mass index (BMI) adalah parameter yang biasa digunakan untuk mengetahui lemak tubuh pada pria maupun wanita dewasa. Penghitungan BMI ini sangat simple dan hanya berdasarkan berat badan dan tinggi badan. BMI merupakan parameter yang diterima secara luas baik oleh dokter klinis maupun para peneliti. Kenapa BMI penting ? karena bisa digunakan untuk mengetahui lemak tubuh anda. Yang lebih penting lagi peningkatan lemak tubuh meningkatkan resiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes melitus (DM) tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia. Anda penasaran dengan BMI Anda ? Yuk disimak kelanjutannya.

Cara penghitungan BMI
BMI dapat dihitung dengan rumus : Berat badan (kg)/Tinggi badan2 (m)
Jadi misalnya berat badan anda 50 kg, dan tinggi badan anda 150 cm (1,5 m), maka BMI Anda 50/(1,5)2 sama dengan 22,22.

Penafsiran BMI
Angka yang didapat dari perhitungan BMI perlu ditafsirkan berdasarkan kriteria sebagai berikut :
I.Kriteria NHLBI (1998) dan WHO (2000)
1.Underweight : Kurang dari 18.5
2.Normal : 18.5 - 24.9
3.Overweight/pre-obes : 25.0 - 29.9
4.Obes I : 30-34.9
5.Obes II : 35-39.9
6.Obes III: lebih dari atau sama dengan 40

II.Kriteria WPRO (2000)
Kriteria ini merupakan kriteriaWHO yang telah disesuaikan untuk pengukuran BMI orang Asia termasuk Indonesia.
1.Underweight : Kurang dari 18.5
2.Normal : 18.5 - 22.9
3.Overweight at risk : 23.0 - 24.9
4.Obes I : 25-29.9
5.Obes II :
lebih dari atau sama dengan 30

Mengapa perlu tahu BMI?
Karena BMI merupakan suatu metode pengukuran yang dapat dipercaya untuk mengetahui kondisi total lemak tubuh, dan peningkatan lemak tubuh meningkatkan resiko penyakit metabolik.
Hal ini didukung oleh penelitian yang membandingkan 2 survey national di Amerika yang melibatkan 215.354 responden dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara hasil pengukuran BMI dengan angka resiko seseorang untuk menderita DM tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia.
Hasilnya, peningkatan BMI diasosiasikan dengan peningkatan resiko seseorang untuk menderita DM tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia. Resiko semakin tinggi apabila BMI ≥ 25 kg/m2. Meskipun resiko DM tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia dapat terjadi pada setiap kriteria BMI, namun semakin tinggi BMI resiko semakin besar.
Meskipun demikian perlu juga diingat, BMI ini juga mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan BMI bisa jadi overestimate pada atlet atau seseorang yang melakukan body builder, dan juga bisa jadi underestimate pada orang tua atau orang yang kehilangan masa otot akibat penyakit.

Jadi berapakah BMI anda? Dan masuk kategori apa? Semakin tinggi BMI anda, anda harus waspada.waspadalah,waspadalah. Kalau anda tidak mau repot menghitung BMI, di blog ini sudah tersedia widget untuk menghitung BMI anda, anda tinggal meluncur dan memasukkan data anda.


Rujukan
1.Bays HE, Chapman RH,Grandy S (2007) The relationship of body mass index to diabetes mellitus, hypertension and dyslipidaemia: comparison of data from two national surveys. International Journal of Clinical Practice 61(5): 737 – 747
2.Annurad E, Shiwaku K, Nogi A et al (2003) The new BMI criteria for Asians by the regional office for the western pasific region of WHO are suitable for screening of overweight to prevent metabolic syndrome in elder japanese worker. J Occup Health 45: 335-343.
Bookmark and Share
16
Responses to ... Yuk hitung BMI kita
Erik said... February 17, 2009 at 10:53 PM

Ukuran untuk pria dan wanita sama ya?
Tks infonya...

bunda azka said... February 17, 2009 at 10:55 PM

Wah... info bagus nih
klo gtu qta bs tau dong kadar lemak di tubuh. jadi resiko terkena DM dong.
thnks ya atas infonya

Brian said... February 18, 2009 at 5:20 PM

Mas Erik sejauh yang saya pelajari dari literature-literature jurnal international yang berkaitan dengan BMI tidak disebutkan tentang perbedaan kriteria antara pria dan wanita, jadi bisa digunakan tanpa memandang gender.
Sama-sama semoga bermanfaat

Brian said... February 18, 2009 at 5:26 PM

Bunda azka,
BMI merupakan parameter terpercaya untuk mengetahui jumlah total lemah tubuh dalam artian bukan kadar lemak di dalam darah seperti kolesterol, LDL, HDL, dsb yang penentuannya dilakukan melalui tes darah.Memang semakin tinggi BMI resiko terkena penyakit metabolik seperti DM makin tinggi, namun perlu pula ditambahkan satu parameter lagi yaitu ukuran pinggang yang untuk wanita lebih dari 30 inchi semakin meningkatkan resiko penyakit metabolik

ennoadi said... February 19, 2009 at 12:26 PM

Brian. kalo tinggi aku 165 n brt bdn 55, gmn ngitungnya ?

Brian said... February 19, 2009 at 10:40 PM

Mbak Enno ngitungnya 50/(1,65)kuadrat hasilnya 20.20 Atau bisa dicoba di bagian BMI di blog ini tinggal dimasukkan datanya Mbak trus dilihat kriteria berdasarkan WPRO di atas karena kriteria ini sudah disesuaikan dengan orang asia, dan artinya jreng....jreng..... (normal mbak).

Witha said... February 21, 2009 at 10:15 PM

Wah tinggi dan berat mbak Enno kok sama denganku ya...

Aku juga normal dong kalo gitu...

Brian said... February 23, 2009 at 11:34 PM

Betul Mbak Witha berarti masuk kategori normal

easy said... February 24, 2009 at 3:33 AM

alhamdulillah masuk normal... :)

ikut ngopy rumusannya ya

Tawara Family said... February 25, 2009 at 11:28 AM

yokata..aku juga normal..padahal lagi mau giat diet nihh

Brian said... February 26, 2009 at 12:29 PM

@easy : selamat, anda termasuk normal, silakan digunakan untuk mengecek BMI anda secara teratur

@Hanna : yang penting dipertahankan dalam batas normal,kalau diet berlebihan bisa-bisa malah underweight lho

afie said... February 26, 2009 at 7:01 PM

dr Brian BMI-nya berapa ya..? hehehe....*kabur...*

Brian said... February 26, 2009 at 9:29 PM

BMI saya 18 (5 tahun yang lalu)he he he, dr Afie hebat ya masih tetap bisa normal BMInya salut2,padahal sulit sekali menjaga BMI selama musim dingin

Anonymous said... May 20, 2010 at 2:11 PM

Saya kurus (bmi=20,4) kok dibilang Normal???

cacoel06 said... December 12, 2010 at 12:16 AM

mantabz... visit my blog.. http://teknologi-cacoel06.blogspot.com

susu kambing etawa said... May 8, 2013 at 12:07 AM

thanks info cara menghitung BMInya bermanfaat gan,...

Post a Comment