16
Posted on 10:15 PM by Brian and filed under
Bagi anda wanita yang sudah aktif secara seksual perlu membaca artikel ini. Beberapa waktu lalu saya blogwalking, dan mampir ke blognya Mbak Tyas ketemu artikel tentang pap smear dan vaksinasi HPV. Sebagai seorang dokter, saya tergugah untuk memberikan keterangan lebih lanjut tentang pap smear ini.
Apakah pap smear itu?
Pap smear merupakan kepanjangan dari Papanicolau test. Tes ini ditemukan oleh Georgios Papanikolaou. Tes ini merupakan tes yang digunakan untuk melakukan skrening terhadap adanya proses keganasan (kanker) pada daerah leher rahim (servik).

Mengapa perlu skrening?
Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling sering dijumpai pada wanita setelah kanker payudara. Kanker ini termasuk penyebab kematian terbanyak akibat kanker. Secara internasional setiap tahun terdiagnosa 500.000 kasus baru. Seperti halnya kanker yang lain, deteksi dini merupakan kunci keberhasilan terapi, semakin awal diketahui, dalam artian masih dalam stadium yang tidak begitu tinggi atau bahkan baru pada tahap displasia atau prekanker, maka penanganan dan kemungkinan sembuhnya jauh lebih besar. Meskipun sekarang ini sensitivitas dari pap smear ini ramai diperdebatkan dalam skrening kanker leher rahim, Pap smear ini merupakan pemeriksaan non invasif yang cukup spesifik dan sensitif untuk mendeteksi adanya perubahan pada sel-sel di leher rahim sejak dini, apalagi bila dilakukan secara teratur. Cervicography dan tes HPV DNA diusulkan sebagai metode alternatif bagi skrening kanker leher rahim ini, karena kombinasi antara pap smear dan cervicography atau tes HPV DNA memberikan sensitivitas yang lebih tinggi dibanding pap smear saja.
Siapa saja yang perlu melakukan pap smear?
Pada umumnya seorang wanita disarankan untuk melakukan pap smear untuk pertama kali kira-kira 3 tahun setelah melakukan hubungan seksual yang pertama kali. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) merekomendasikan pap smear dilakukan setiap tahun bagi wanita yang berumur 21-29 tahun, dan setiap 2-3 tahun sekali bagi wanita yang berumur lebih dari 30 tahun dengan catatan hasil pap testnya negatif 3 kali berturut-turut. Namun apabila seorang wanita mempunyai faktor resiko terkena kanker leher rahim (misalnya : hasil pap smear menunjukkan prekanker,terkena infeksi HIV, atau pada saat hamil ibu mengkonsumsi diethylstilbestrol (DES)) maka pap smear dilakukan setiap tahun tanpa memandang umur. Batasan seorang wanita untuk berhenti melakukan pap smear menurut American Cancer Society (ACS) adalah apabila sudah berumur 70 tahun dan hasil pap smear negatif 3 kali berturut-turut selama 10 tahun.
Apa saja persiapan yang diperlukan?
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pap smear antara lain :
• Hindari melakukan hubungan seksual, gurah vagina, penggunaan kream dan jelly 2 hari sebelum pap smear karena dapat menyamarkan hasil pemeriksaan.
• Meskipun pap smear ini dapat dilakukan pada saat menstruasi, namun disarankan untuk melakukannya pada saat tidak menstruasi, karena akan menyulitkan pameriksaan.
Bagaimana prosedur pap smear?
Pemeriksaan pap smear hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyakitkan, dokter akan menyuruh pasien membuka pakaian bagian bawah dan pasien terlentang di tempat tidur periksa dengan posisi lithotomy (kaki membuka dan lutut menekuk seperti posisi pada saat melahirkan).Dokter akan memasukkan alat bernama spekulum (cocor bebek) ke dalam vagina untuk membuka vagina sehingga dokter dapat memeriksa kondisi leher rahim, kemudian dokter akan mengambil sampel sel yang ada pada leher rahim dengan menggunakan Aylesbury spatula atau endocervical brush atau semacam sapu lidi kecil dari plastik untuk mengumpulkan sel-sel tersebut. Kemudian dokter akan memproses sel-sel tersebut, tergantung metode yang digunakan apakah konvensional pap smear (sel-sel tadi akan dibuat hapusan tipis secara langsung pada slide dari kaca baru difiksasi) atau liquid-based cytology (sel-sel tadi dimasukkan ke dalam wadah yang berisi cairan khusus biasanya berbasis etanol untuk menjaga kondisi sel-sel tersebut, kemudian sampel tadi dibawa ke laboratorium patologi anatomi untuk dibuatkan hapusan tipis sel).Setelah dibuat hapusan sel, slide kaca tadi dicat dengan metode Papanicolau dan didiagnosis oleh dokter spesialis patologi anatomi dengan menggunakan mikroskop. Kedua metode tersebut tidak mempunyai perbedaaan yang bermakna. Setelah melakukan pap smear pasien dapat langsung melanjutkan aktivitasnya.
Interpretasi hasil
Hasil pemeriksaan pap smear dikategorikan berdasarkan Bethesda sistem, secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Negative for Intraepithelial Lesion or Malignancy
2. Epithelial Cell Abnormalities
3. Atypical glandular cells (AGC)
4. Other
Tindak lanjut
• Jika hasil pap smear negatif yang berarti tidak ditemukan adanya abnormal sel, maka tidak diperlukan terapi sampai jadwal pap smear yang berikutnya
• Apabila hasil pemeriksaan positif yang berarti ditemukan adanya sel yang abnormal,maka penanganannya tergantung pada tipe sel yang ditemukan. Apabila ditemukan displasia atau prekanker dokter akan melakukan kolposkopi menggunakan mikroskup untuk memeriksa area leher rahim dan melakukan biopsi. Apabila hasil biopsi juga menunjukkan displasia maka dokter kandungan akan melakukan cryosurgery atau cone biopsi sebagai terapi terhadap displasia tersebut. Apabila ditemukan keganasan dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan stadium dari keganasan tersebut dan akan melakukan terapi sesuai stadium yang ditemukan.
Jadi mencegah lebih baik dari mengobati kan?
Pada postingan berikutnya akan dibahas tentang tes untuk medeteksi HPV, pengaruh HPV pada kanker leher rahim, dan vaksinasi HPV. Jadi jangan sampai ketinggalan.
Rujukan :
1. Costa S, Sideri M, Syrjänen K et al (2000) Combined Pap smear, cervicography and HPV DNA testing in the detection of cervical intraepithelial neoplasia and cancer. Acta Cytol 44(3):310-318.
2. Siebers AG, Klinkhamer PJ, Arbyn M (2008) Cytologic detection of cervical abnormalities using liquid-based compared with conventional cytology: a randomized controlled trial. Obstet Gynecol: 112(6):1327-1334.
3. Solomon D , Davey D, Kurman R, et al (2002) The 2001 Bethesda System: Terminology for Reporting Results of Cervical Cytology. JAMA 287(16):2114-2119
4. Stoler MH (2005) Cervical Cancer Screening in the Molecular Era: Change Is in the Air. Medscape

Bookmark and Share
16
Responses to ... Mengapa perlu Pap Smear ? (Deteksi dini kanker leher rahim)
Tawara Family said... February 3, 2009 at 11:24 PM

bener ya tu...wah aku juga dehh

bunda said... February 3, 2009 at 11:30 PM

sudah beberapa kali papsmear dan sehat2 tuh

brigaspad said... February 4, 2009 at 12:01 AM

para cewek wajib baca neeh...!!

Erik said... February 4, 2009 at 12:08 AM

Makasih dok infonya, sangat bermanfaat nih

bunda 4zka said... February 4, 2009 at 6:01 PM

info bagus nih...
sy juga pernah posting ttg kanker rahim. Untuk pencegahan juga bs dengan pap smear ini.
nice post

Deta Deswi Diatika said... February 4, 2009 at 6:23 PM

maksih post nya.....

Emang kita harus rajin2 periksa yah ....

Brian said... February 4, 2009 at 11:13 PM

Terima kasih sudah memberikan komentar
@Hanna: benar hanna, pap smear merupakan metode deteksi dini kanker leher rahim yang masih digunakan secara luas.
@bunda: alhamdulillah hasilnya selalu baek,namun tetap perlu waspada dengan melakukan pap smear secara teratur.
@brigaspad: iya, baik cewe yang masih gadis maupun sudah bersuami sebaiknya sadar akan bahaya kanker leher rahim dan perlunya deteksi dini.

Brian said... February 4, 2009 at 11:21 PM

Salam hangat rekan-rekan yang sudah berkomentar,
@Mas Erik:sama-sama mas Erik semoga semakin menambah kesadaran kita akan pentingnya pencegahan suatu penyakit.
@Bunda 4ska: benar bunda, pap smear saat ini masih merupakan metode non invasif yang mudah dan murah sebagai deteksi dini,namun saat ini tingkat sensitivitas dan spesifitasnya dalam mendeteksi adanya keganasan pada sel-sel serviks tengah diperdebatkan, kombinasi dengan cervicography dan tes HPV DNA akan semakin meningkatkan akurasi hasil pap smear.
@Desta: frekuensi pap smear tergantung umur dan ada tidaknya faktor resiko, namun intinya harus selalu waspada, waspadalah, waspadalah (kata bung napi)

masakan-kita said... February 5, 2009 at 3:17 AM

ini berguna banget bagi kaum hawa...
linknya dah aq pasang...

Anonymous said... July 12, 2009 at 6:09 AM

boleh tambah kan lagi tentang jenis-jenis sel apithelium dan sel bukan spithelium yg ada dalam pap smear...thanks...nk cari info nk buat asingment..

Hipertensi said... July 8, 2010 at 1:12 PM

Pap smear sangat disarankan dilakukan rutin utk wanita 30 th ke atas minim 6 bln sekali.
Utk pencegahan dan pengobatan bisa menggunakan produk makanan organik Melilea. Trims bos sekalian promo hehe..

Peluang usaha, cari duit, asam urat, tips kecantikan

eva melva nora said... August 16, 2010 at 2:29 PM

saia bener tertolong atas artikel ini..masih banyak wanita yang tingkat pengetahuannya minim di luar sana yang bener2 belum paham tentang arti Pap smear ini...
klo bisa kasih penyuluhan di puskesmas2 yang ada..

best regards

kikyou said... November 6, 2010 at 2:09 PM

so pap smear itu cm buat yg uda married aja ya..??? klo yg msh single kyk kita gak bisa..???
wlu umurnya uda > dr 25thn

Crystal X - tips mengobati keputihan said... November 21, 2010 at 5:27 PM

Cara praktis dan telah banyak terbukti tentang rahasia ramuan herbal khusus untuk memberantas, mengobati, mengatasi, menyembuhkan, membersihkan, dan mencegah keputihan pada wanita. Kunjungi blog ini: http://mengatasikeputihan.blogspot.com

Blog Gratis said... May 8, 2013 at 12:05 AM

thanks infonya
pap smear memang harus dilakukan untuk antisipasi.

jacqueline nonik said... May 16, 2013 at 4:05 PM

terimakasih infonya... saya blom pernah papsmear , tapi berencana akan melakukannya demi kesehatan..

Post a Comment